Jalan Kaki dan Aksi Doa Bersama Untuk Para Korban Aksi Teroris dan Keselamatan NKRI

Umat dan Para Romo Jalan kaki bersama menuju Tugu Muda Semarang

Semarang Barat- Bangsa Indonesia berduka atas peristiwa di Mako Brimob Jakarta, penusukan terhadap anggota POLRI dan peledakan Bom di 3 Gereja di Surabaya. Peledakan terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Jl.Ngagel Madya, di Gereja GKI Jl Diponegoro dan di Gereja Pantekosta Jl Arjuno. Duka ini semakin memilukan ketika dinyatakan bahwa pelaku peledakan bom tersebut dilakukan oleh satu anggota keluarga dengan melibatkan anak-anak juga. Ledakan tersebut telah memakan korban banyak korban jiwa baik anak-anak maupun orang dewasa. Sungguh merupakan perbuatan keji telah melakukan tindakan peledakan tak berkerikemanusiaan tersebut.

Sebelum Jalan Kaki menuju Tugu Muda Semarang, bersama-sama memanjatkan doa

Peristiwa memilukan tersebut melukai semua komponen masyarakat Indonesia, termasuk warga kota Semarang dan secara khusus umat Paroki St Theresia Bongsari Semarang. Atas tragedi tersebut, umat Paroki St Theresia mengadakan doa bersama di halaman Gereja dan dilanjutkan dengan aksi Jalan Kaki menuju Tugu Muda untuk berkumpul bersama elemen masyarakat Kota Semarang, Minggu 13 Mei 2018. Berbagai komponen masyarakat Kota Semarang berdoa bagi para korban peledakan bom, para pelaku, aparat keamanan dan keselamatan seluruh Bangsa.
Bergabung dengan elemen masyarakat lainnya di bundaran Tugu Muda Semarang

Rm Eduardus Didik Chahyono SJ, Pastor Paroki St Theresia Bongsari mengungkapkan rasa dukanya. Rm Didik SJ mengungkapkan,”Mengapa peristiwa peledakan semacam ini terjadi lagi?Apakah para pelaku dan jaringan kejahatan tersebut tidak memiliki hati nurani dan rasa kemanusiaan?Akibat tindakan peledakan tersebut telah berjatuhan banyak korban orang tak bersalah yang sedang melakukan ibadah.Kami mengutuk tindakan keji tersebut. Kami meminta para pelaku dan seluruh jaringannya ditindak tegas. Kami mendukung dan mendorong aparat keamanan bekerja sama dengan seluruh elemen Bangsa untuk lebih meningkatkan usaha pencegahan dan pemberantasan jaringan kejahatan. Kami meminta para tokoh masyarakat dapat lebih gencar melakukan penyadaran atas pandangan-pandangan yang keliru dan menyesatkan. Masyarakat di berbagai tempat perlu bersatu dan bekerja sama meningkatkan kewaspadaan dan keberanian untuk memperhatikan anggota warga di lingkungannya. Sistem keamanan masyarakat perlu ditingkatkan kembali. Kita sungguh berharap peristiwa keji semacam ini tidak terjadi lagi di negara ini.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

THS dan THM Buka Latihan di Kota Semarang

PESAN BAPA SUCI PAUS FRANSISKUS UNTUK HARI ORANG MISKIN SEDUNIA I (19 November 2017)

PERAYAAN NATAL GEREJA BONGSARI SEMARANG