Workshop Pendamping Iman Anak "Menjadi PIA yang gembira, kreatif, dan penuh tantangan"



      Acara Workshop Pendampingan Iman Anak dengan tema "Menjadi PIA yang gembira, kreatif, dan penuh tantangan". Diadakan oleh Tim Kerja Pendampingan Iman anak Paroki Bongsari  27 s/d 28 Mei 2017 di aula gereja St. Theresia Bongsari Semarang. Kegiatan ini dilatarbelakangi pentingnya mengajar dalam kehidupan. Seseorang dalam mengajar Sekolah Minggu tidak hanya sekedar melaksanakan tugas pelayanan, namun juga menemani dan mendampingi anak -anak untuk melakukan pengenalan akan Tuhan Yesus dan memberikan keteladanan hidup. Hal inilah yang membuat peran pengajar sekolah Minggu sangat penting. Karena perannya yg penting, maka seorang guru sekolah Minggu perlu meningkatkan kapasitas dan kualitas sebagai pengajar. Tujuan dari acara ini diharapkan peserta dapat merumuskan dan memaknai kembali visi dan misi sekolah minggu. Mengenal perkembangan psikologi anak usia TK-SD dan mengenal metode pengajaran (teknik bercerita, menghafal ayat dan aktivitas penerapannya) untuk menarik perhatian anak-anak dengan pola yang menyenangkan.

       Pada awal acara Rm. Peter Devantara, SJ menyampaikan bahwa kita harus bisa mengupgrade diri karena tugas mengajar PIA sangat penting digereja, walaupun sulit kita harus bisa mengajarkan sesuatu yang betul betul agung, diajarkan dengan bahasa yang sederhana dengan metode metode yg nanti akan disampaikan secara gamblang. Pentingnya pengetahuan akan pendampingan  anak pun menjadikan materi ini juga wajib diikuti oleh para Yesuit saat menjalani masa Novisiatnya demikian ungkap Rm Peter yang juga masih merindukan  bisa mengikuti kegiatan seperti ini. Semoga anda mendapatkan pengetahuan yg lebih pada kegiatan yg diadakan ini. Demikian harapan Rm moderator Bidang Pewartaan & Evangelsasi ini sekaligus membuka rangkaian acara workshop.
    Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 65 peserta utusan dari umat lingkungan, stasi, komunitas dan wakil PIA lintas paroki di Semarang ini disambut sangat antusias dan penuh sukacita. Sessi demi sessi dilalui dengan harapan mendapatkan pembekalan dan tambahan pengetahuan yang belum mereka dapatkan selama ini untuk dapat langsung dipraktekkan saat mereka mendampingi PIA di gereja  masing-masing.

     Sessi pertama bertajuk  "Aku siap diutus" disampaikan oleh Elisabeth Wahyu Margareta Indira (Psikolog, Pemerhati Anak) dilanjutkan sessi kedua sampai dengan sessi kedelapan disampaikan oleh. FX Galih Wirahadi Kusuma & team Sigal (Paroki Kumetiran Jogja) Sessi kedua mengenai "Aku gembira menjadi pendamping iman anak dan aku berkembang karenanya", sessi ketiga mengenai "Sekolah Mingguku yang menggembirakan dan menyenangkan", disessi ini para peserta diajak oleh Tim Sigal untuk praktek mendampingi anak anak yang rutin mengikuti  sekolah minggu pagi itu di aula Gereja sessi keempat mengenai "Bercerita dengan tanpa alat", sessi kelima mengenai "Bercerita dengan alat sederhana", sessi keenam mengenai "Bercerita dengan gambar satu dimensi", sessi ketujuh mengenai "Bercerita dengan gambar dua dimensi" dan sessi kedelapan mengenai "Praktek bercerita dengan gambar pop up yang sudah dibuat"

    Acara yang berakhir hingga pukul 15.00 WIB diakhiri dengan berkat perutusan oleh Rm Eduardus Didik Chahyono SJ (Kepala Paroki Bongsari)


Hengki_timja komsos

Komentar

Postingan populer dari blog ini

THS dan THM Buka Latihan di Kota Semarang

PESAN BAPA SUCI PAUS FRANSISKUS UNTUK HARI ORANG MISKIN SEDUNIA I (19 November 2017)

PERAYAAN NATAL GEREJA BONGSARI SEMARANG