Perayaan Hari Ulang tahun Pernikahan (HUP) Paroki Bongsari


    Perkawinan bukanlah hanya semata-mata mencintai dengan menggebu-gebu, namun menjaga api cinta itu agar tidak redup dan tetap menyala di tengah-tengah hubungan bersama pasangan dan dalam keluarga, hanyalah dapat dilakukan dengan kesadaran penuh bahwa telah berjanji di hadapan Tuhan, untuk selalu bersama dalam keadaan apapun dan akan selalu mengasihi di sepanjang hidup. Tentunya sangat membahagiakan apabila hari pernikahan dirayakan bersama sama dengan pasangan lainnya, seperti yg diadakan Tim Kerja pendampingan Keluarga Paroki St.Theresia Bongsari mengadakan acara Hari Ulang Tahun Perkawinan.
     Perayaan Hari Ulang tahun Perkawinan (HUP) pasangan yg menikah bulan Juli - Desember yg diadakan hari Minggu ini tanggal 26 Februari 2017, yg diawali dengan perayaan Ekaristi yg dipimpin oleh Rm Eduardus Didik SJ.



     22 Pasangan Suami Istri ini mengikuti Perayaan Ekaristi 26 Februari 2017 dan bersama menyegarkan janji perkawinan.Di hadapan umat yang hadir, Bp Sugiyanto bersyukur atas 48 tahun Perkawinannya. Ia menceritakan perjalanan hidup berkeluarga diwarnai dengan berpindah-pindah tugas.Tentunya hal ini tidak mudah karena harus menyesuaikan diri di berbagai tempat baru. Syukurlah ia memiliki istri yang sabar dan setia mendampinginya. Pasangan suami istri yang lain juga menceritakan bagaimana ia harus menemani istrinya yang sakit dan harus kemoterapi. Syukurlah sampai saat ini istri masih sehat.
     Beberapa pasangan suami istri ini menghayati kebahagiaan menjalani hidup berkeluarga dengan bersedia memeluk tantangan dan duka yang dialami dalam pernikahan. Dengan tetap beriman dan berpengharapan pada Kristus, para pasangan suami istri ini menjalani hidup berkeluarganya.
     Melalui peringatan Hari Ulang Tahun Perkawinan ini, para pasangan suami istri diajak untuk menyegarkan hidup perkawinannya. Selain itu, dengan perayaan syukur bersama-sama ini harapannya dapat menjadi kesaksian dan peneguhan bagi keluarga-keluarga Kristiani yang lain. Kesetiaan  dan ketekunan keluarga-keluarga Kristiani dapat menjadi pelopor peradaban Kasih.
     Setelah perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan acara ramah tamah diaula gereja,  para pasangan berfoto didepan aula disediakan photoboth, disuguhi penampilan mc dan putri putri dari PIA yg bernyanyi dengan penuh kegembiraan menghibur para pasangan yg menghadiri HUP. Keceriaan mereka terpancar saat sessi permainan, para pasangan harus bisa menjawab pertanyaan dari mc sekitar pernikahan mereka.


     Acara dilanjutkan nyanyi bersama, dan ditutup berfoto bersama dengan panitia dan romo. 

_Hengki-timja komsos_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

THS dan THM Buka Latihan di Kota Semarang

PESAN BAPA SUCI PAUS FRANSISKUS UNTUK HARI ORANG MISKIN SEDUNIA I (19 November 2017)

PERAYAAN NATAL GEREJA BONGSARI SEMARANG